Minggu, 14 Juni 2015

Artikel CV (CURRICULUM VITAE)

CURRICULUM VITAE

Data Pribadi

Nama                                       : Syifa Fauziyah
Tempat, Tanggal lahir             : Jakarta, 11 Januari 1994
Jenis Kelamin                          : Perempuan
Agama                                     : Islam
Kewarganegaraan                    : Indonesia
Status                                      : Belum Menikah
Email                                       : syifauziyahh@gmail.com



Curriculum Vitae (CV)  yang baik

Curriculum Vitae (CV)  adalah dokumen yang menjelaskan secara ringkas gambaran seseorang, apa yang telah lakukannya di masa lalu, apa relevansi pengalaman yang dimiliki terhadap pekerjaan yang sedang dilamar, sehingga dapat disimpulkan apakah orang tersebut tepat atau tidak untuk dipilih diantara kandidat lainnya.  Di negara maju cv merupakan hal utama yang digunakan untuk menyaring pelamar pekerjaan secara online.

Disamping sebagai syarat dalam melamar pekerjaan, CV juga digunakan sebagai persyaratan berbagai keperluan lain seperti untuk mengajukan beasiswa, memberikan profil pribadi untuk suatu acara ataupun keperluan lainnya. Tidak sedikit pelamar kerja yang memiliki potensi bagus namun mengalami kegagalan pada tahap administrasi hanya karena tidak mampu menunjukkan siapa dirinya di dalam CV, sehingga perusahaan tidak tertarik untuk melanjutkan proses seleksi selanjutnya.

Apa saja kegunaan CV atau resume?
  • CV atau Resume bagi Perusahaan yang membuka lowongan kerja adalah mempermudah mengevaluasi kompetensi dan bakat pelamar yang memiliki relevansi dengan apa yang benar-benar dibutuhkan oleh perusahaan.
  • CV atau Resume bagi Pelamar adalah mendeskripsikan kemampuan yang dimiliki dengan cara realistis dan sesuai dengan yang dibutuhkan oleh perusahaan. Tingkat relevansinya tergantung dari teknik evaluasi yang dilakukan pelamar.
Apa saja jenis CV atau resume?
1)      Curriculum Vitae berdasarkan urutan kronologis
Ini dia CV yang biasa digunakan kebanyakan orang. Jenis CV ini mengedepankan pendidikan dan pengalaman kerja dalam urutan kronologis, baik digunakan bila Anda mempunyai tipe perkerjaan yang sama sepanjang karir Anda, sehingga CV model ini akan memperlihatkan perkembangan karir Anda. CV seperti ini lebih disenangi oleh sejumlah perusahaan, karena format susunannya yang dimulai dengan pengalaman kerja paling baru.
2)      Curriculum Vitae berdasarkan keterampilan
Jenis CV ini lebih terfokus pada keterampilan dibanding pengalaman kerja. Fungsinya adalah untuk meyakinkan pemberi kerja bahwa Anda mempunyai keterampilan yang dibutuhkan untuk melakukan pekerjaan tersebut. CV ini cocok untuk para fresh graduate dan orang yang ingin berganti pekerjaan ke bidang yang berbeda dengan bidang kerjanya dulu.
Pilihlah Curriculum Vitae yang sesuai untuk Anda karena pada dasarnya ada bermacam-macam konsep dan jenis CV, yang masing-masing menonjolkan apa yang patut ditonjolkan untuk mendapatkan sebuah posisi tertentu.
Apa saja yang harus dicantumkan dalam sebuah CV?
  • Data Pribadi
Bagian ini berisi nama, alamat, email, handphone dan identitas pribadi lainnya. Sangatlah penting bagi Anda untuk selalu mencantumkan nomor kontak atau email Anda karena itu adalah satu-satunya cara perusahaan yang merekrut bisa menghubungi Anda kembali jika sesuai dengan kriteria yang ditetapkan.
  • Pendidikan
Bagian ini menjelaskan mengenai latar belakang pendidikan dan hubungannya dengan pekerjaan yang dilamar. Cantumkan pendidikan dari SMU ke atas termasuk jika ada pendidikan non formal khusus yang Anda ikuti.
  • Pengalaman Kerja
Bagian ini merupakan bagian yang paling sering diperhatikan oleh perusahaan yang merekrut.
Pengalaman kerja memberikan gambaran apakah seorang kandidat sudah memiliki jam terbang yang cukup atau masih terbatas. Di bagian ini, rekruiter juga bisa menentukan apakah kandidat dapat segera menyesuaikan diri di organisasi yang baru atau apakah dia butuh penyesuaian yang panjang. Oleh karena itu Anda harus menjelaskan secara detail apa yang Anda kerjakan, nama perusahaan tempat kerja sebelumnya, posisi Anda, dan pekerjaan yang Anda lakukan sehari-hari (job description).Informasi ini akan membantu memahami cakupan kerja yang dilakukan, keterampilan yang dimiliki serta bisa memperkirakan nilai tambah yang dimiliki seorang kandidat.
  •  Keterampilan Yang Dimiliki
Dalam CV Anda, ada kalanya Anda perlu menjelaskan keterampilan apa saja yang Anda miliki sebagai proses belajar maupun pengalaman dari pekerjaan sebelumnya. Sebisa mungkin hindari penulisan keterampilan seperti : mampu berkomunikasi dengan baik, dapat bekerja dalam tim, cepat belajar hal yang baru. Penjelasan seperti itu tidak memberikan nilai tambah karena semua kandidat juga melakinkukan hal yang sama. Mungkin dalam bagian ini Anda bisa menambahkan keterampilan Anda dalam berbahasa lebih dari sau bahasa atau keterampilan dalam menggunakan applikasi-aplikasi computer.
  • Training Yang Pernah Diikuti
Masukkan daftar pelatihan/training apa saja yang pernah Anda ikuti sebelumnya  untuk memberi gambaran sejauh mana Anda telah berkembang dan wawasan apa saja yang sudah dimiliki. Jangan masukkan semua training karena jumlahnya akan sangat panjang. Pilih yang relevan dan sesuai dengan target pada organisasi yang dituju.
  • Prestasi
Ini adalah bagian yang penting disamping Pengalaman Kerja yang menjelaskan keunikan sebagai individu sekaligus pencapaian di bidang tertentu. Anda bisa menjelaskan secara singkat prestasi di pekerjaan, pendidikan ataupun dalam bidang kemasyarakatan lainnya. Prestasi di bidang kemasyarakatan atau hal-hal di luar pekerjaan juga menarik bagi seorang rekruter untuk digali lebih jauh.
  • Kegiatan Ekstrakurikuler/Kemasyarakatan
Anda perlu memberikan sedikit gambaran kegiatan yang dilakukan di masyarakat. Ini akan menunjukkan bahwa Anda bisa membagi waktu dan memiliki wawasan yang lebih luas, tidak hanya sebatas pekerjaan.
Bagaimana membuat CV yang efektif dan menarik? Apa tips dan trik dalam membuat CV yang menarik?
  • Rapi dan Mudah Dibaca
Ini merupakan syarat utama dari sebuah CV atau resume yang efektif dan menjual.  Penampilan CV tentu akan menjadi kesan pertama apakah pembaca ingin melanjutkan ke tahapan selanjutnya atau menyerah sebelum membaca apa yang ada di dalamnya. Kerapian dapat menggambarkan seseorang yang tertib, teratur, sistematis juga kemampuan bekerja-sama dengan orang lain.
Jadi pastikan Anda menggunakan huruf dengan ukuran normal, spasi jangan terlalu rapat, margin tidak konsisten, atau ejaan yang banyak kesalahan. Gunakan format standar, ubahlah format tersebut sesuai dengan kebutuhan.
  • Memberikan Informasi Lengkap
CV atau resume yang efektif selalu memberikan informasi lengkap dan relevan kepada orang yang membacanya, setidaknya mencakup semua yang telah Gajimu jabarkan di poin sebelumnya. Gunakan gaya bahasa formal dan kalimat-kalimat yang sederhana serta konsisten dalam seluruh dokumen anda. Dan tulislah CV dengan jujur dan akurat.
  • Disajikan Secara Ringkas
CV atau resume yang efektif memang harus menyajikan informasi secara lengkap, tapi bukan berarti CV atau resume Anda harus panjang sekali sampai 10 halaman. Cobalah Anda memaparkan informasi penting, detail dan relevan terhadap pekerjaan yang dituju hanya dalam 1-2 halaman.
  • Konsistensi Karir
Sudah menjadi rahasia umum kalau satu hal ini adalah salah satu kunci penting yang menentukan untuk dihubungi oleh pihak perusahaan menuju tahapan rekrutmen berikutnya. Pihak perusahaan lebih memilih specialis dalam bidang tertentu untuk mengisi posisi yang lowong.
  • Karir Progresif
Ketika Anda sudah menjadi spesialis di satu bidang, keputusan untuk menuju tahap rekrutmen berikut biasanya akan lebih mudah diambil oleh pihak perusahaan kalau apabila Anda menjalani karir yang progresif. Karena disinilah indikator paling nyata apakah Anda mampu memberikan performa kerja terbaik dalam spesialisasi yang dipilih — yang berarti pula mendapat ganjaran berupa promosi jabatan kalau memang berprestasi.
  • Achievement
Jangan pernah ragu untuk mencantumkan pencapaian prestasi yang diukir dalam tiap jabatan atau posisi yang ditempati sebelumnya. Inilah kesempatan terbaik untuk menjual bukti kemampuan dan kompetensi yang sesungguhnya kepada pihak perusahaan yang merekrut.
  • Custom Made
Yang dimaksud custom made disini adalah mengubah dan menyesuaikan CV atau resume agar sedapat mungkin menunjukkan kepada pihak perusahaan yang merekrut bahwa kemampuan dan kompetensi yang Anda miliki memang menyamai atau mendekati persyaratan kerja yang dicari oleh pihak perusahaan.

Kesalahan-kesalahan umum saat wawancara kerja

Mendapat panggilan wawancara kerja pastinya hal yg paling ditunggu saat melamar pekerjaan. Selain kamu merasa senang, tapi kadang sering merasa cemas dan ada juga yg melakukan kesalahan-kesalahan umum saat wawancara kerja. Kesalahan yg sebenernya mudah dihindari tapi sering dilakukan.

Gak ada orang yg sempurna, pasti sebagian besar pencari kerja gak memberi jawaban sempurna. Dan mungkin beberapa kesalahan dalam wawancara kerja berikut sering dilakukan yg sebenarnya mudah dihindari:


1) Tanpa Persiapan
 Ini mungkin kesalahan nomor satu yg paling sering dilakukan para kandidat: mereka mengikuti wawancara tanpa melakukan persiapan matang beberapa hari sebelumnya. Mereka gak membaca deskripsi pekerjaan dan mempelajari profil perusahaan. Mereka gak meluangkan waktu beberapa jam untuk memikirkan jawaban yg akan diberikan, serta memikirkan kembali pengalaman dari masa lalu untuk menggambarkan keunggulan mereka.

2) Datang Terlambat
Tak peduli apapun alasannya, 91% perekrut kerja mengatakan bahwa mereka yg datang terlambat saat interview akan langsung ditolak. Bukan saja dianggap sebagai orang yg gdak disiplin, kamu juga akan dinilai sebagai orang yg gak peduli dengan pekerjaan yg akan diterima dan gak menghargai waktu. Lebih baik menunggu satu jam daripada terlambat wawancara. Kamu bisa menggunakan waktu tunggu di dalam mobil atau di kafe terdekat kalo dateng lebih awal.

3) Berpakaian Tidak Rapi
Meskipun kantor yg akan Kamu datangi memiliki aturan yg sangat longgar dalam berbusana, bukan berarti Kamu bebas menggunakan jeans dan kaus saat interview. Gunakan aja celana panjang hitam dengan blouse yg rapi. Karena sebanyak 95 persen perekrut kerja mengharapkan si pelamar kerja datang dengan pakaian formal saat interview.

4.) Berpenampilan yg Salah
Di samping mengenakan pakaian yg tepat, Kamu juga harus memastikan terlihat rapi dan terawat. Pakaian harus pas dengan tubuh, rambut rapi, make-up profesional dan gak berlebihan. Rasa nyaman Kamu pada pakaian juga penting. Kamu pasti gak ingin terlalu sering membenarkan kerah baju atau posisi rok.

5.) Berdandan Terlalu Seksi
Jangan sampai Kamu datang untuk wawancara kerja dengan dandan terlalu berlebihan. Hal tersebut dapat membuat Kamu dinilai lebih mementingkan penampilan ketimbang otak. Sebaiknya Kamu berbusana yg rapi dan sopan. Hindari memakai baju yg transparan atau atasan berbelahan dada rendah. Sebanyak 95 persen perekrut kerja mengaku, berpakaian terlalu seksi dapat membuat si pelamar kerja dicoret dari daftar kandidat pekerja.

6.) Panik dengan Jawaban Terbata-Bata
Inilah alasan Kamu harus melakukan persiapan yg matang sebelum wawancara kerja. Kalo perlu lakukan simulasi dengan pertanyaan-pertanyaan yg mungkin akan keluar dalam wawancara, jadi Kamu gak grogi. Satu hal lagi kiat untuk menghindari kepanikan dan jawaban terbata-bata adalah kejujuran. Kalo yg Kamu ungkapkan adalah sebuah kejujuran, pasti akan mudah mengutarakannya. Jangan sampai Kamu dianggap gak menguasai topik karena kegugupan Kamu.

7.) Menjawab dan Menjelaskan Secara Klise
Salah satu kesalahan yg dilakukan saat interview, yaitu menjelaskan atau menjawab pertanyaan yg diberikan dengan klise dan singkat. Misalnya Kamu mengatakan bahwa "Ini pekerjaan impian saya". Sebaiknya yg harus dilakukan adalah menjelaskan seberapa besar Kamu berguna bagi perusahaan yg dilamar.

8.) Kurang Tau Profil Pewawancara
Gambaran sekilas di LinkedIn mungkin akan memberikan Kamu kewaspadaan ekstra kalo misalnya pewawancara terbiasa bekerja dengan atasan yg galak, yg berarti Kamu akan siap kalo ditanya tentang itu dalam wawancara. Membaca sekilas profil pewawancara di situs perusahaan mungkin memberikan gambaran buat Kamu bahwa dia memiliki latar belakang dalam software yg biasa Kamu gunakan saat bekerja dan mungkin Kamu ditanya-tanya tentang itu.

9.) Sok Tau
Kalo di saat wawancara aja kamu udah dinilai sok tau dan gak mau mendengarkan orang lain, jangan berharap kamu bisa diterima kerja. Perusahaan umumnya menginginkan orang-orang yg bisa bekerja dalam sebuah tim. Bukan orang sok pintar yg individualis. Jadi jangan pernah bersikap sok tau.

10.) Terlalu Santai
Memiliki chemistry dengan calon bos emang sangat penting dalam sebuah interview, tapi bukan berarti Kamu juga bebas berbicara seenaknya dengan mereka. Sebanyak 83 persen perekrut kerja mengungkapkan, kalo Kamu menganggap seorang pewawancara kerja seperti sebagai teman, Kamu akan dianggap gak sopan.

11.) Menceritakan Kejelekkan Bos Lama
Meskipun atasan lama Kamu sosok orang yg kejam atau galak, tapi alangkah baiknya kalo Kamu gak menjelek-jelekkan bos lama kepada si pewawancara. Karena kalo mengatakannya, Kamu akan dinilai gak respek pada atasan, termasuk pada bos baru Kamu nantinya.

12.) Minum Saat Wawancara
Saat sedang diwawancara, jangan pernah Kamu minum sesuatu meskipun Kamu sedang sangat haus. Kalo emang minuman telah disediakan oleh kantor tersebut, sebaiknya Kamu meminumnya saat wawancara kerja selesai. Hindari juga minuman berkafein sebelum wawancara, selain menciptakan bau mulut, kafein juga dapat merusak konsentrasi saat wawancara dan membuat Kamu cepat haus.

13.) Lupa Mematikan Ponsel
Ponsel berdering saat sedang melakukan wawancara kerja hanya dapat mengganggu dan membuat peluang Kamu untuk mendapatkan pekerjaan hilang. Selain gak sopan, Kamu juga akan dianggap gak serius. Sebanyak 91% perekrut kerja mengatakan mereka akan segera mencoret Kamu dari daftar salah satu kandidat pekerja kalo melakukan hal itu.

14.) Menanyakan Masalah Gaji
Semua pewawancara tahu bahwa orang cenderung pindah kerja untuk mencari penghasilan yg lebih baik. Tapi jangan pernah menanyakan soal gaji kalo mereka gak memulainya, termasuk juga untuk negosiasi gaji. Karena hal tersebut terbilang sensitif. Jadi sebaiknya diungkapkan pada waktunya nanti.

15.) Gak Siap Menegosiasikan Gaji
Atau biasanya para pencari kerja sering merasa gak nyaman membicarakan gaji, dan hasilnya, mereka sering gak mempersiapkan bagaimana cara menjawab pertanyaan seperti itu. Kalo datang tawaran gaji dan Kamu gak siap menegosiasikannya, Kamu mungkin hanya akan mendapatkan gaji yg lebih kecil. Jadi jangan hanya menyerahkannya kepada pewawancara untuk menentukan gaji Kamu. Cari tau berapa standar gaji di perusahaan itu dan berpikir sebelum menegosiasikan gaji agar Kamu bisa menjawab pertanyaan tentang gaji dengan percaya diri.

16.) Meminta Jatah Cuti
Cuti memang merupakan hak setiap pekerja, tapi jangan bicarakan di awal wawancara. Meminta jatah cuti agar bisa berlibur bersama pasangan saat baru diwawancara kerja bukanlah ide yg baik. Sebab, pewawancara ingin mendengar sebesar apa kontribusi yg akan Kamu berikan pada perusahaan saat diterima nantinya.


Tips Wawancara Kerja yang Baik

Tips wawancara kerja yang baik dan benar agar sukses diterima kerja. Adalah hal yang pasti jika setiap orang yang melamar sebuah pekerjaan akan melakukan sesi wawancara kerja pada tahap selanjutnya.

Wawancara kerja sejatinya adalah sebuah proses yang dilakukan pada saat anda menerima panggilan kerja. Proses wawancara juga merupakan tahapan proses kedua setelah anda melayangkan surat lamaran kerja atau CV pada suatu perusahaan. Selain test dan psikotest, wawancara kerja juga menjadi salah satu faktor penentu perihal diterima atau tidaknya seorang pelamar kerja untuk bisa bekerja di perusahaan yang diinginkan.

Banyak dari pelamar yang mengalami kegagalan pada saat wawancara kerja karena memberikan jawaban yang kurang tepat atas pertanyaan yang diajukan oleh pewawancara karena salah satu alasan mengapa dilakukan wawancara kerja yaitu untuk melihat personaliti anda serta seberapa antusias diri anda untuk bisa bergabung diperusahaan yang anda lamar. 

Saat wawancara, jangan pula anda melupakan gaya berbusana anda karena busana yang anda kenakan juga menjadi salah satu faktor kesuksesan anda saat wawancara kerja. Sebagai contoh misalnya anda melamar di perusahaan yang bergerak dibidang fashion, tentunya pada saat anda akan melakukan wawancara kerja anda wajib berbusana dengan tampilan yang elegan serta sedikit modis agar terkesan sesuai dengan budaya berbusana di perusahaan tempat anda melamar.

Untuk informasi selengkapnya mengenai Tips persiapan wawancara kerja yang perlu diperhatikan agar sukses diterima kerja, maka beberapa tips ini mungkin bisa bermanfaat sebagai referensi anda saat melakukan wawancara kerja:

1. Cari tahu profil perusahaan yang anda lamar.
Ada baiknya jika anda mencari tahu terlebih dahulu perihal profil tempat anda melamar sebelum jatuh waktunya wawancara kerja. Anda bisa melakukannya sehari sebelumnya dari berbagai sumber baik dari media maupun internet agar anda tidak terlihat bingung saat anda ditanya mengenai perusahaan yang anda lamar. Anda juga bisa menyampaikan pandangan pribadi anda mengenai perusahaan tersebut sebagai bentuk ketertarikan serta keseriusan anda untuk bisa bergabung di perusahaan yang anda lamar. 

2. Datanglah lebih awal.
Anda bisa datang 15-20 menit lebih awal untuk merapikan serta mempersiapkan diri anda. Dan jika anda mengalami keterlambatan, segera informasikan kepada pewawancara dengan menghubungi perusahaan tersebut.

3. Ucapkan salam.
Saat anda memasuki ruangan, ucapkanlah salam dengan intonasi suara yang tepat. Misalnya dengan ucapan salam "Selamat pagi Pak/Bu", atau anda bisa menambahkan kata-kata pamungkas "Senang bisa bertemu dengan anda" atau "Sebuah kehormatan bisa bertemu dengan anda". Kata-kata pujian atau complimentary merupakan kata-kata yang pasti setiap orang senang mendengarnya.

4. Jabat tangan.
Sodorkan tangan anda sekaligus perkenalkan diri anda. Genggam tangan pewawancara dengan hangat dan erat namun tidak terlalu keras tapi juga tidak terlalu lemah.

5. Jangan duduk sebelum dipersilahkan.
Tetap pada posisi anda, jangan langsung duduk sebelum anda dipersilahkan untuk duduk. Meskipun terkesan sederhana, namun pewawancara sesungguhnya bisa menilai attitude atau sikap anda dari hal tersebut. Duduklah dengan tegak namun santai dan tetap sopan sehingga anda bisa melakukan wawancara dengan rileks.

6. Tebarkan senyum dan lakukan kontak mata.
Tebarkan senyum hangat dan lakukan kontak mata kepada pewawancara. Kontak mata merupakan salah satu indikasi rasa percaya diri serta salah satu bentuk fokus perhatian dari anda yang diberikan kepada pewawancara.

7. Ceritakan diri anda dengan jujur.
Deskripsikan diri anda secara jujur dan terbuka dengan bahasa yang tepat. HRD pasti telah seringkali melakukan proses wawancara kerja, oleh karenanya seorang HRD yang berpengalaman pasti mengetahui saat anda berbicara jujur ataupun saat tengah berbohong.

8. Tunjukan antusiasme dan semangat.
Antusiasme adalah salah satu sikap yang bisa ditangkap oleh lawan bicara, dalam hal ini oleh pewawancara. Oleh karenanya antusiasme anda bisa menunjukan rasa ketertarikan anda terhadap posisi yang ditawarkan. Anda juga bisa menyampaikan ide-ide kreatif yang mungkin anda bisa lakukan jika anda nanti diterima. Utarakan ide-ide kreatif secukupnya saja dengan tidak menyebutkannya terlalu detail. Ide-ide yang anda lontarkan pastinya akan membuat pewawancara menjadi penasaran terhadap kemampuan serta ide-ide anda selanjutnya.

9. Selipkan humor cerdas.
Tak ada salahnya jika anda menyelipkan beberapa humor yang cerdas saat anda memberikan jawaban atas pertanyaan yang dilontarkan oleh pewawancara. Selain bisa untuk mencairkan suasana, humor yang cerdas juga mencerminkan bahwa diri anda adalah orang yang hangat dan ramah. Namun jangan pula terlalu berlebihan karena humor yang berlebihan akan memperlihatkan bahwa anda bukanlah tipe orang yang bisa serius.

10. Ucapkan terima kasih saat wawancara berakhir.
Jangan lupa untuk mengucapkan banyak terima kasih atas waktu yang telah diberikan pewawancara kepada anda.