CURRICULUM VITAE
Data Pribadi
Nama : Syifa
Fauziyah
Tempat,
Tanggal lahir : Jakarta, 11
Januari 1994
Jenis Kelamin : Perempuan
Agama : Islam
Kewarganegaraan : Indonesia
Status : Belum
Menikah
Email : syifauziyahh@gmail.com
Curriculum Vitae (CV) yang baik
Curriculum Vitae (CV) adalah
dokumen yang menjelaskan secara ringkas gambaran seseorang, apa yang telah
lakukannya di masa lalu, apa relevansi pengalaman yang dimiliki terhadap
pekerjaan yang sedang dilamar, sehingga dapat disimpulkan apakah orang tersebut
tepat atau tidak untuk dipilih diantara kandidat lainnya. Di negara maju cv merupakan hal utama yang
digunakan untuk menyaring pelamar pekerjaan secara online.
Disamping sebagai syarat dalam melamar pekerjaan, CV juga digunakan sebagai persyaratan berbagai keperluan lain seperti untuk mengajukan beasiswa, memberikan profil pribadi untuk suatu acara ataupun keperluan lainnya. Tidak sedikit pelamar kerja yang memiliki potensi bagus namun mengalami kegagalan pada tahap administrasi hanya karena tidak mampu menunjukkan siapa dirinya di dalam CV, sehingga perusahaan tidak tertarik untuk melanjutkan proses seleksi selanjutnya.
Apa saja kegunaan CV atau
resume?
- CV atau Resume bagi Perusahaan yang membuka lowongan
kerja adalah mempermudah mengevaluasi kompetensi dan bakat pelamar yang
memiliki relevansi dengan apa yang benar-benar dibutuhkan oleh perusahaan.
- CV atau Resume bagi Pelamar adalah mendeskripsikan
kemampuan yang dimiliki dengan cara realistis dan sesuai dengan yang
dibutuhkan oleh perusahaan. Tingkat relevansinya tergantung dari teknik
evaluasi yang dilakukan pelamar.
Apa saja jenis CV atau
resume?
1) Curriculum
Vitae berdasarkan urutan kronologis
Ini dia CV yang biasa digunakan kebanyakan
orang. Jenis CV ini mengedepankan pendidikan dan pengalaman kerja dalam urutan
kronologis, baik digunakan bila Anda mempunyai tipe perkerjaan yang sama
sepanjang karir Anda, sehingga CV model ini akan memperlihatkan perkembangan
karir Anda. CV seperti ini lebih disenangi oleh sejumlah perusahaan, karena
format susunannya yang dimulai dengan pengalaman kerja paling baru.
2) Curriculum
Vitae berdasarkan keterampilan
Jenis CV ini lebih terfokus pada keterampilan
dibanding pengalaman kerja. Fungsinya adalah untuk meyakinkan pemberi kerja
bahwa Anda mempunyai keterampilan yang dibutuhkan untuk melakukan pekerjaan
tersebut. CV ini cocok untuk para fresh graduate dan orang
yang ingin berganti pekerjaan ke bidang yang berbeda dengan bidang kerjanya
dulu.
Pilihlah Curriculum Vitae yang
sesuai untuk Anda karena pada dasarnya ada bermacam-macam konsep dan jenis CV,
yang masing-masing menonjolkan apa yang patut ditonjolkan untuk mendapatkan
sebuah posisi tertentu.
Apa saja yang harus
dicantumkan dalam sebuah CV?
- Data Pribadi
Bagian ini berisi nama, alamat, email,
handphone dan identitas pribadi lainnya. Sangatlah penting bagi Anda untuk
selalu mencantumkan nomor kontak atau email Anda karena itu adalah satu-satunya
cara perusahaan yang merekrut bisa menghubungi Anda kembali jika sesuai dengan
kriteria yang ditetapkan.
- Pendidikan
Bagian ini menjelaskan mengenai latar
belakang pendidikan dan hubungannya dengan pekerjaan yang dilamar. Cantumkan
pendidikan dari SMU ke atas termasuk jika ada pendidikan non formal khusus yang
Anda ikuti.
- Pengalaman Kerja
Bagian ini merupakan bagian yang paling
sering diperhatikan oleh perusahaan yang merekrut.
Pengalaman kerja memberikan gambaran apakah
seorang kandidat sudah memiliki jam terbang yang cukup atau masih terbatas. Di
bagian ini, rekruiter juga bisa menentukan apakah kandidat dapat segera
menyesuaikan diri di organisasi yang baru atau apakah dia butuh penyesuaian
yang panjang. Oleh karena itu Anda harus menjelaskan secara detail apa yang
Anda kerjakan, nama perusahaan tempat kerja sebelumnya, posisi Anda, dan
pekerjaan yang Anda lakukan sehari-hari (job description).Informasi ini
akan membantu memahami cakupan kerja yang dilakukan, keterampilan yang dimiliki
serta bisa memperkirakan nilai tambah yang dimiliki seorang kandidat.
- Keterampilan Yang Dimiliki
Dalam CV Anda, ada kalanya Anda perlu
menjelaskan keterampilan apa saja yang Anda miliki sebagai proses belajar
maupun pengalaman dari pekerjaan sebelumnya. Sebisa mungkin hindari penulisan
keterampilan seperti : mampu berkomunikasi dengan baik, dapat bekerja dalam
tim, cepat belajar hal yang baru. Penjelasan seperti itu tidak memberikan nilai
tambah karena semua kandidat juga melakinkukan hal yang sama. Mungkin dalam
bagian ini Anda bisa menambahkan keterampilan Anda dalam berbahasa lebih dari
sau bahasa atau keterampilan dalam menggunakan applikasi-aplikasi computer.
- Training Yang Pernah Diikuti
Masukkan daftar pelatihan/training apa saja
yang pernah Anda ikuti sebelumnya untuk memberi gambaran sejauh mana Anda
telah berkembang dan wawasan apa saja yang sudah dimiliki. Jangan masukkan
semua training karena jumlahnya akan sangat panjang. Pilih yang relevan dan
sesuai dengan target pada organisasi yang dituju.
- Prestasi
Ini adalah bagian yang penting disamping
Pengalaman Kerja yang menjelaskan keunikan sebagai individu sekaligus
pencapaian di bidang tertentu. Anda bisa menjelaskan secara singkat prestasi di
pekerjaan, pendidikan ataupun dalam bidang kemasyarakatan lainnya. Prestasi di
bidang kemasyarakatan atau hal-hal di luar pekerjaan juga menarik bagi seorang
rekruter untuk digali lebih jauh.
- Kegiatan Ekstrakurikuler/Kemasyarakatan
Anda perlu memberikan sedikit gambaran
kegiatan yang dilakukan di masyarakat. Ini akan menunjukkan bahwa Anda bisa
membagi waktu dan memiliki wawasan yang lebih luas, tidak hanya sebatas
pekerjaan.
Bagaimana membuat CV yang
efektif dan menarik? Apa tips dan trik dalam membuat CV yang menarik?
- Rapi dan Mudah Dibaca
Ini merupakan syarat utama dari sebuah CV
atau resume yang efektif dan menjual. Penampilan CV tentu akan menjadi
kesan pertama apakah pembaca ingin melanjutkan ke tahapan selanjutnya atau
menyerah sebelum membaca apa yang ada di dalamnya. Kerapian dapat menggambarkan
seseorang yang tertib, teratur, sistematis juga kemampuan bekerja-sama dengan
orang lain.
Jadi pastikan Anda menggunakan huruf dengan
ukuran normal, spasi jangan terlalu rapat, margin tidak konsisten, atau ejaan
yang banyak kesalahan. Gunakan format standar, ubahlah format tersebut sesuai
dengan kebutuhan.
- Memberikan Informasi Lengkap
CV atau resume yang efektif selalu memberikan
informasi lengkap dan relevan kepada orang yang membacanya, setidaknya mencakup
semua yang telah Gajimu jabarkan di poin sebelumnya. Gunakan gaya bahasa formal
dan kalimat-kalimat yang sederhana serta konsisten dalam seluruh dokumen anda.
Dan tulislah CV dengan jujur dan akurat.
- Disajikan Secara Ringkas
CV atau resume yang efektif memang harus
menyajikan informasi secara lengkap, tapi bukan berarti CV atau resume Anda
harus panjang sekali sampai 10 halaman. Cobalah Anda memaparkan informasi
penting, detail dan relevan terhadap pekerjaan yang dituju hanya dalam 1-2
halaman.
- Konsistensi Karir
Sudah menjadi rahasia umum kalau satu hal ini
adalah salah satu kunci penting yang menentukan untuk dihubungi oleh pihak
perusahaan menuju tahapan rekrutmen berikutnya. Pihak perusahaan lebih memilih
specialis dalam bidang tertentu untuk mengisi posisi yang lowong.
- Karir Progresif
Ketika Anda sudah menjadi spesialis di satu
bidang, keputusan untuk menuju tahap rekrutmen berikut biasanya akan lebih
mudah diambil oleh pihak perusahaan kalau apabila Anda menjalani karir yang
progresif. Karena disinilah indikator paling nyata apakah Anda mampu memberikan
performa kerja terbaik dalam spesialisasi yang dipilih — yang berarti pula
mendapat ganjaran berupa promosi jabatan kalau memang berprestasi.
- Achievement
Jangan pernah ragu untuk mencantumkan
pencapaian prestasi yang diukir dalam tiap jabatan atau posisi yang ditempati
sebelumnya. Inilah kesempatan terbaik untuk menjual bukti kemampuan dan
kompetensi yang sesungguhnya kepada pihak perusahaan yang merekrut.
- Custom Made
Yang dimaksud custom made disini
adalah mengubah dan menyesuaikan CV atau resume agar sedapat mungkin
menunjukkan kepada pihak perusahaan yang merekrut bahwa kemampuan dan
kompetensi yang Anda miliki memang menyamai atau mendekati persyaratan kerja yang
dicari oleh pihak perusahaan.
Kesalahan-kesalahan umum saat wawancara kerja
Mendapat panggilan wawancara kerja pastinya
hal yg paling ditunggu saat melamar pekerjaan. Selain kamu merasa senang, tapi
kadang sering merasa cemas dan ada juga yg melakukan kesalahan-kesalahan
umum saat wawancara kerja. Kesalahan yg sebenernya mudah dihindari tapi
sering dilakukan.
Gak
ada orang yg sempurna, pasti sebagian besar pencari kerja gak memberi jawaban
sempurna. Dan mungkin beberapa kesalahan dalam wawancara kerja berikut
sering dilakukan yg sebenarnya mudah dihindari:
1)
Tanpa Persiapan
Ini mungkin kesalahan nomor satu yg paling
sering dilakukan para kandidat: mereka mengikuti wawancara tanpa melakukan
persiapan matang beberapa hari sebelumnya. Mereka gak membaca deskripsi
pekerjaan dan mempelajari profil perusahaan. Mereka gak meluangkan waktu
beberapa jam untuk memikirkan jawaban yg akan diberikan, serta memikirkan
kembali pengalaman dari masa lalu untuk menggambarkan keunggulan mereka.
2)
Datang Terlambat
Tak
peduli apapun alasannya, 91% perekrut kerja mengatakan bahwa mereka yg datang
terlambat saat interview akan langsung ditolak. Bukan saja dianggap sebagai
orang yg gdak disiplin, kamu juga akan dinilai sebagai orang yg gak peduli
dengan pekerjaan yg akan diterima dan gak menghargai waktu. Lebih baik menunggu
satu jam daripada terlambat wawancara. Kamu bisa menggunakan waktu tunggu di
dalam mobil atau di kafe terdekat kalo dateng lebih awal.
3)
Berpakaian Tidak Rapi
Meskipun
kantor yg akan Kamu datangi memiliki aturan yg sangat longgar dalam berbusana,
bukan berarti Kamu bebas menggunakan jeans dan kaus saat interview. Gunakan aja
celana panjang hitam dengan blouse yg rapi. Karena sebanyak 95 persen perekrut
kerja mengharapkan si pelamar kerja datang dengan pakaian formal saat
interview.
4.)
Berpenampilan yg Salah
Di
samping mengenakan pakaian yg tepat, Kamu juga harus memastikan terlihat rapi
dan terawat. Pakaian harus pas dengan tubuh, rambut rapi, make-up profesional
dan gak berlebihan. Rasa nyaman Kamu pada pakaian juga penting. Kamu pasti gak
ingin terlalu sering membenarkan kerah baju atau posisi rok.
5.)
Berdandan Terlalu Seksi
Jangan
sampai Kamu datang untuk wawancara kerja dengan dandan terlalu berlebihan. Hal
tersebut dapat membuat Kamu dinilai lebih mementingkan penampilan ketimbang
otak. Sebaiknya Kamu berbusana yg rapi dan sopan. Hindari memakai baju yg
transparan atau atasan berbelahan dada rendah. Sebanyak 95 persen perekrut
kerja mengaku, berpakaian terlalu seksi dapat membuat si pelamar kerja dicoret
dari daftar kandidat pekerja.
6.)
Panik dengan Jawaban Terbata-Bata
Inilah
alasan Kamu harus melakukan persiapan yg matang sebelum wawancara kerja. Kalo
perlu lakukan simulasi dengan pertanyaan-pertanyaan yg mungkin akan keluar
dalam wawancara, jadi Kamu gak grogi. Satu hal lagi kiat untuk menghindari
kepanikan dan jawaban terbata-bata adalah kejujuran. Kalo yg Kamu ungkapkan
adalah sebuah kejujuran, pasti akan mudah mengutarakannya. Jangan sampai Kamu
dianggap gak menguasai topik karena kegugupan Kamu.
7.)
Menjawab dan Menjelaskan Secara Klise
Salah
satu kesalahan yg dilakukan saat interview, yaitu menjelaskan atau menjawab
pertanyaan yg diberikan dengan klise dan singkat. Misalnya Kamu mengatakan
bahwa "Ini pekerjaan impian saya". Sebaiknya yg harus dilakukan
adalah menjelaskan seberapa besar Kamu berguna bagi perusahaan yg dilamar.
8.) Kurang
Tau Profil Pewawancara
Gambaran
sekilas di LinkedIn mungkin akan memberikan Kamu kewaspadaan ekstra kalo
misalnya pewawancara terbiasa bekerja dengan atasan yg galak, yg berarti Kamu
akan siap kalo ditanya tentang itu dalam wawancara. Membaca sekilas profil
pewawancara di situs perusahaan mungkin memberikan gambaran buat Kamu bahwa dia
memiliki latar belakang dalam software yg biasa Kamu gunakan saat bekerja dan
mungkin Kamu ditanya-tanya tentang itu.
9.)
Sok Tau
Kalo
di saat wawancara aja kamu udah dinilai sok tau dan gak mau mendengarkan orang
lain, jangan berharap kamu bisa diterima kerja. Perusahaan umumnya menginginkan
orang-orang yg bisa bekerja dalam sebuah tim. Bukan orang sok pintar yg
individualis. Jadi jangan pernah bersikap sok tau.
10.)
Terlalu Santai
Memiliki
chemistry dengan calon bos emang sangat penting dalam sebuah interview, tapi
bukan berarti Kamu juga bebas berbicara seenaknya dengan mereka. Sebanyak 83
persen perekrut kerja mengungkapkan, kalo Kamu menganggap seorang pewawancara
kerja seperti sebagai teman, Kamu akan dianggap gak sopan.
11.)
Menceritakan Kejelekkan Bos Lama
Meskipun
atasan lama Kamu sosok orang yg kejam atau galak, tapi alangkah baiknya kalo
Kamu gak menjelek-jelekkan bos lama kepada si pewawancara. Karena kalo
mengatakannya, Kamu akan dinilai gak respek pada atasan, termasuk pada bos baru
Kamu nantinya.
12.)
Minum Saat Wawancara
Saat
sedang diwawancara, jangan pernah Kamu minum sesuatu meskipun Kamu sedang
sangat haus. Kalo emang minuman telah disediakan oleh kantor tersebut,
sebaiknya Kamu meminumnya saat wawancara kerja selesai. Hindari juga minuman
berkafein sebelum wawancara, selain menciptakan bau mulut, kafein juga dapat
merusak konsentrasi saat wawancara dan membuat Kamu cepat haus.
13.)
Lupa Mematikan Ponsel
Ponsel
berdering saat sedang melakukan wawancara kerja hanya dapat mengganggu dan
membuat peluang Kamu untuk mendapatkan pekerjaan hilang. Selain gak sopan, Kamu
juga akan dianggap gak serius. Sebanyak 91% perekrut kerja mengatakan mereka akan
segera mencoret Kamu dari daftar salah satu kandidat pekerja kalo melakukan hal
itu.
14.)
Menanyakan Masalah Gaji
Semua
pewawancara tahu bahwa orang cenderung pindah kerja untuk mencari penghasilan
yg lebih baik. Tapi jangan pernah menanyakan soal gaji kalo mereka gak
memulainya, termasuk juga untuk negosiasi gaji. Karena hal tersebut terbilang
sensitif. Jadi sebaiknya diungkapkan pada waktunya nanti.
15.)
Gak Siap Menegosiasikan Gaji
Atau
biasanya para pencari kerja sering merasa gak nyaman membicarakan gaji, dan
hasilnya, mereka sering gak mempersiapkan bagaimana cara menjawab pertanyaan
seperti itu. Kalo datang tawaran gaji dan Kamu gak siap menegosiasikannya, Kamu
mungkin hanya akan mendapatkan gaji yg lebih kecil. Jadi jangan hanya
menyerahkannya kepada pewawancara untuk menentukan gaji Kamu. Cari tau berapa
standar gaji di perusahaan itu dan berpikir sebelum menegosiasikan gaji agar
Kamu bisa menjawab pertanyaan tentang gaji dengan percaya diri.
16.)
Meminta Jatah Cuti
Cuti
memang merupakan hak setiap pekerja, tapi jangan bicarakan di awal wawancara.
Meminta jatah cuti agar bisa berlibur bersama pasangan saat baru diwawancara
kerja bukanlah ide yg baik. Sebab, pewawancara ingin mendengar sebesar apa
kontribusi yg akan Kamu berikan pada perusahaan saat diterima nantinya.
Tips Wawancara Kerja yang Baik
Tips wawancara kerja yang baik dan benar agar sukses
diterima kerja. Adalah hal yang pasti jika setiap orang yang melamar sebuah pekerjaan
akan melakukan sesi wawancara kerja pada tahap selanjutnya.
Wawancara
kerja sejatinya adalah sebuah proses yang dilakukan pada saat anda menerima
panggilan kerja. Proses wawancara juga merupakan tahapan proses kedua setelah
anda melayangkan surat lamaran kerja atau CV pada suatu perusahaan. Selain test
dan psikotest, wawancara kerja juga menjadi salah
satu faktor penentu perihal diterima atau tidaknya seorang pelamar kerja untuk
bisa bekerja di perusahaan yang diinginkan.
Banyak dari
pelamar yang mengalami kegagalan pada saat wawancara kerja karena memberikan
jawaban yang kurang tepat atas pertanyaan yang diajukan oleh pewawancara karena
salah satu alasan mengapa dilakukan wawancara kerja yaitu untuk melihat
personaliti anda serta seberapa antusias diri anda untuk bisa bergabung
diperusahaan yang anda lamar.
Saat
wawancara, jangan pula anda melupakan gaya berbusana anda karena busana yang
anda kenakan juga menjadi salah satu faktor kesuksesan anda saat wawancara kerja. Sebagai contoh
misalnya anda melamar di perusahaan yang bergerak dibidang fashion, tentunya
pada saat anda akan melakukan wawancara kerja anda wajib berbusana dengan
tampilan yang elegan serta sedikit modis agar terkesan sesuai dengan budaya
berbusana di perusahaan tempat anda melamar.
Untuk
informasi selengkapnya mengenai Tips persiapan wawancara kerja yang perlu
diperhatikan agar sukses diterima kerja, maka beberapa tips ini mungkin bisa
bermanfaat sebagai referensi anda saat melakukan wawancara kerja:
1. Cari tahu profil perusahaan
yang anda lamar.
Ada baiknya
jika anda mencari tahu terlebih dahulu perihal profil tempat anda melamar
sebelum jatuh waktunya wawancara kerja. Anda bisa melakukannya sehari
sebelumnya dari berbagai sumber baik dari media maupun internet agar anda tidak
terlihat bingung saat anda ditanya mengenai perusahaan yang anda lamar. Anda
juga bisa menyampaikan pandangan pribadi anda mengenai perusahaan tersebut
sebagai bentuk ketertarikan serta keseriusan anda untuk bisa bergabung di perusahaan
yang anda lamar.
2. Datanglah lebih awal.
Anda bisa
datang 15-20 menit lebih awal untuk merapikan serta mempersiapkan diri anda.
Dan jika anda mengalami keterlambatan, segera informasikan kepada pewawancara
dengan menghubungi perusahaan tersebut.
3. Ucapkan salam.
Saat anda
memasuki ruangan, ucapkanlah salam dengan intonasi suara yang tepat. Misalnya
dengan ucapan salam "Selamat pagi Pak/Bu", atau anda bisa menambahkan
kata-kata pamungkas "Senang bisa bertemu dengan anda" atau
"Sebuah kehormatan bisa bertemu dengan anda". Kata-kata pujian atau
complimentary merupakan kata-kata yang pasti setiap orang senang mendengarnya.
4. Jabat tangan.
Sodorkan
tangan anda sekaligus perkenalkan diri anda. Genggam tangan pewawancara dengan
hangat dan erat namun tidak terlalu keras tapi juga tidak terlalu lemah.
5. Jangan duduk sebelum
dipersilahkan.
Tetap pada
posisi anda, jangan langsung duduk sebelum anda dipersilahkan untuk duduk.
Meskipun terkesan sederhana, namun pewawancara sesungguhnya bisa menilai attitude
atau sikap anda dari hal tersebut. Duduklah dengan tegak namun santai dan tetap
sopan sehingga anda bisa melakukan wawancara dengan rileks.
6. Tebarkan senyum dan lakukan
kontak mata.
Tebarkan senyum hangat dan lakukan kontak mata kepada
pewawancara. Kontak mata merupakan salah satu indikasi rasa percaya diri serta
salah satu bentuk fokus perhatian dari anda yang diberikan kepada pewawancara.
7. Ceritakan diri anda dengan
jujur.
Deskripsikan
diri anda secara jujur dan terbuka dengan bahasa yang tepat. HRD pasti telah
seringkali melakukan proses wawancara kerja, oleh karenanya seorang HRD yang
berpengalaman pasti mengetahui saat anda berbicara jujur ataupun saat tengah
berbohong.
8. Tunjukan antusiasme dan
semangat.
Antusiasme
adalah salah satu sikap yang bisa ditangkap oleh lawan bicara, dalam hal ini
oleh pewawancara. Oleh karenanya antusiasme anda bisa menunjukan rasa
ketertarikan anda terhadap posisi yang ditawarkan. Anda juga bisa menyampaikan
ide-ide kreatif yang mungkin anda bisa lakukan jika anda nanti diterima.
Utarakan ide-ide kreatif secukupnya saja dengan tidak menyebutkannya terlalu
detail. Ide-ide yang anda lontarkan pastinya akan membuat pewawancara menjadi
penasaran terhadap kemampuan serta ide-ide anda selanjutnya.
9. Selipkan humor cerdas.
Tak ada
salahnya jika anda menyelipkan beberapa humor yang cerdas saat anda memberikan
jawaban atas pertanyaan yang dilontarkan oleh pewawancara. Selain bisa untuk
mencairkan suasana, humor yang cerdas juga mencerminkan bahwa diri anda adalah
orang yang hangat dan ramah. Namun jangan pula terlalu berlebihan karena humor
yang berlebihan akan memperlihatkan bahwa anda bukanlah tipe orang yang bisa
serius.
10. Ucapkan terima kasih saat
wawancara berakhir.
Jangan lupa
untuk mengucapkan banyak terima kasih atas waktu yang telah diberikan
pewawancara kepada anda.
Sumber:
· http://www.gajimu.com/main/tips-karir/kiat-pekerja/curriculum-vitae-resume-yang-efektif-dan-menarik