TUGAS
4 SOFTSKILL, 1 Bidang 2 Profesi, Akuntansi Keuangan (Financial Accounting) dan Akuntansi
Manajemen (Management Accounting)
Bidang
Akuntansi
Akuntansi
keuangan (Financial Accounting) dan Akuntansi Manajemen (Management Accounting)
Kecenderungan untuk
spesialisai yang disebabkan perkembangan perusahaan, timbulnya sistem
perpajakan baru dan bertambahnya pengaturan-pengaturan oleh pemerintah
terhadap kegiatan perusahaan, menyebabkan akuntansi memiliki berbagai bidang
kekhususan (bidang akuntansi)
Dijaman
sekarang ini, Ilmu akuntansi dalam dunia bisnis memiliki peran yang bisa
dibilang sangat penting terlebih dalam menyajikan informasi keuangan yang
digunakan dalam pengambilan sebuah keputusan. Semakin banyaknya kepentingan dan
keputusan yang harus diambil dari penggunaan informasi akuntansi dalam sebuah
organisasi perusahaan mengakibatkan semakin berkembangannya ilmu akuntansi.
Informasi yang dihasilkan tidak hanya sebatas pada penyediaan laporan keuangan
untuk tanggung jawab manajemen saja, tapi sebagai alat utama dalam pengambilan
sebuah keputusan strategis dimasa yang akan datang, meramalkan laba perusahaan
hingga keputusan akuisisi dan merger.
Walaupun ilmu akuntansi berkembang
dengan pesat, namun garis besarnya masih sederhana, ilmu akuntansi bisa kita
pilah menjadi dua type, Akuntansi Keuangan dan Akuntansi
Manajemen . Kedua type ini muncul karena dinamika yang
berkembang dalam perusahaan. Ilmu akuntansi
berusaha untuk memenuhi kebutuhan para penggunanya yang berbeda beda,
pengambilan sebuah keputusan yang berbeda membutuhkan informasi keuangan
perusahaan yang juga beda. dan apa saja perbedaan akuntansi manajemen dan akuntansi keuangan ?
Perbedaan yang paling
mendasar antara Akuntansi Manajemen dan Akuntansi Keuangan bisa terlihat pada:
·
Pengguna laporan keuangan
dan tujuannya
·
Ruang Lingkup Informasi
·
Fokus dari Informasi
keuangan
·
Rentang Waktu
·
Kriteria bagi informasi
Akuntansi
·
Sifat dari informasi
keuangan
A.
Akuntansi Keuangan
Akuntansi keuangan
bertujuan untuk menyajikan sebuah informasi keuangan perusahaan bagi pengguna
yang berada di luar perusahaan (pihak eksternal), misalnya para pemegang saham,
kreditur, karyawan, analis keuangan, pemerintah (instansi pemerintah, dirjen
pajak) serta yang lainnya.
Para pemakai laporan
keuangan dari luar perusahaan ini dalam mempergunakan laporan keuangan
perusahaan tidak bertujuan untuk pengambilan keputusan tentang perusahaan,
tetapi lebih kepada mengenai keputusan jenis serta sifat hubungan yang seperti
apa yang akan dijalani dengan perusahaan tersebut dimasa mendatang. misal
investor, apakah akan menambah investasi atau mencabut, atau instansi pajak
yang berkepentingan atas pajak yang harus diterimanya
Pada lingkup informasi
keuangan, dalam laporan Akuntansi Keuangan biasanya menyajikan informasi
keuangan mengenai perusahaan secara keseluruhan semisal Neraca, Laporan Laba
Rugi, ataupun Laporan Perubahan Ekuitas. Karena akuntansi keuangan akan dipakai
oleh pihak luar, maka informasi yang dihasilkan dan disajikan lebih berbentuk
kepada ringkasan dan menggambarkan kondisi keuangan perusahaan secara
keselluruhan.
Dilihat dari segi fokus
informasi, Akuntansi Keuangan lebih berfokus kepada informasi historical (masa
lalu). Akuntansi Keuangan memberikan gambaran dan menjadi suatu bentuk
pertanggung-jawaban manajemen perusahaan atas dana yang dikelolan yang
dipercayakan oleh para penyedia sumber dana yang berasal dari luar perusahaan.
entah itu investor ataupun kreditor.
Dari sudut rentang waktu,
Akuntansi Keuangan menghasilkan laporan keuangan yang kurang fleksibel serta
hanya bisa mencakup rentang jangka waktu tertentu, semisal periode satu tahun ,
setengah tahun, kwartalan atau bulanan.
Untuk kriteria dalam
informasi Akuntansi Keuangan, merupakan seluruh prinsip akuntansi yang lazim
digunakan atau berterima umum. Prinsip akuntansi tersebut adalah hasil dari
perumusan pihak pihak atau lembaga yang berwenang semisal IAI (Ikatan Akuntan
Indonesia) dan BAPEPAM (Badan Pengawas Pasar Modal) yang merupakan hasil dari
sebuah tuntutan dari pengguna eksternal laporan keuangan perusahaan. Pengguna
eksternal laporan keuangan perusahaan tidak memiliki pengetahuan langsung
tentang akan didalam perusahaan, laporan keuangan adalah satu satunya media
komunikasi antara manajemen dengan pihak eksternal, oleh karenanya laporan
keuangan membutuhkan suatu standarisasi bentuk laporan keuangan supaya pemakai
laporan keuangan dari eksternal perusahaan bisa memperbandingkan berbagai
laporan keuangan dari berbagai perusahaan yang beda sebagai bahan pertimbangan
dalam pengambilan sebuah keputusan tentang perusahaan tersebut.
Sifat atas informasi dari
Akuntansi Keuangan membutuhkan tingkat ketepatan yang sangat tinggi, obyektif,
bisa diuji kebenarannya, serta akurat, karena para penggunanya adalah pihak
dari luar perusahaan. Dalam mendapatkan tingkat ketepatan yang tinggi, pihak
manajemen perusahaan terkadang wajib mempergunakan layanan jasa dari pihak
ketiga yang independen yang bebas dari berbagai kepentingan bentuk apapun guna
memberikan pendapat atas laporan keuangan perusahaan yang disusunnya, yaitu
akuntan publik atau yang lebih dikenal sebagai auditor.
B.
Akuntansi Manajemen
Akuntansi Manajemen
memfokuskan diri dalam menyediakan informasi keuangan untuk keperluan pihak
manajemen atau pihak internal perusahaan. Informasi yang dihasilkan akuntansi
manajemen diharapkan bisa memberikan manfaat bagi manajemen (pihak internal
perusahaan) sebagai bahan pertimbangan yang bisa mendukung dalam pengambilan
sebuah perusahaan.
Ruang lingkup Akuntansi
Manajemen cenderung lebih sempit, tidak fokus terhadap perusahaan sebagai satu
entitas bisnis namun lebih detail karena informasi yang dihasilkan bertujuan
untuk melaporkan suatu bagian dalam perusahaan, misalnya bagian pemasaran,
produksi dan yang lain. Namun begitu, tingkat kompleksitas ruang lingkup
informasi yang dihasilkan oleh Akuntansi Manajemen nanti akan sejalan dengan
berbagai tingkat manajemen yang terlibat langsung dalam membuat suatu
keputusan.
Dalam hal fokus
informasi, Akuntansi Manajemen lebih cenderung berorientasi kepada masa
mendatang karena pengambilan suatu keputusan slalu menyangkut mengenai hal hal
yang berhubungan dengan kebijakan perusahaan di waktu yang akan datang, tetapi
untuk sumber informasi yang nanti akan diolah bisa bervariasi, ntah itu mulai
dari biaya pada masa lalu, biaya pada masa saat ini ataupun biaya pada masa
mendatang.
Dalam hal rentang waktu,
Akuntansi Manajemen memiliki rentang waktu yang jauh lebiih fleksibel dibanding
dengan Akuntansi Keuangan, hal ini bisa terjadi karena tuntutan dari manajemen
yang harus mengambil keputusan penting secara cepat, singkat dan tepat, baik
yang terstrukture, semi terstruktur, hingga tidak terstrukture. rentang jangka
waktu yang diberikan bisa harian, mingguan, bulan, bahkan hingga 10 tahun
periode.
Kriteria informasi dari
Akuntansi Manajemen tak terbatasi oleh prinsip akuntansi yang berlaku umum, tak
ada patokan selama informasi itu memberikan manfaat untuk manajemen perusahaan,
ntah itu dalam hal pengukuran maupun perhitungan. Didalam Akuntansi manajemen,
praktek praktek yang sudah terbukti berhasil serta bermanfaat pada perusahaan
umumnya akan ditiru oleh perusahaan yang lain dan kemudian akan menyebar secara
luas didalam dunia industri. Selain itu, didalam Akuntansi Manajemen tidak ada
komunitas atau organisasi ataupun peraturan undang undang yang mengatur
prakteknya, selama hal itu memberi manfaat kepada manajemen perusahaan maka
perusahaan akan terus mempergunakan praktek tersebut.
Akuntansi Manajemen
memberkan informasi yang nantinya akan membantu pihak manajemen untuk mengambil
suatu keputusan yang berhubungan langsung dengan kebijakan perusahaan, baik
untuk keputusan perencanaan, pengorganisasiian, pengarahan, serta pengendalian.
Pengambilan suatu keputusan yang berhubungan langsung dengan kebijakan dalam
sebuah perusahaan slalu menyangkut masa mendatang (future). Oleh karenanya
Akuntansi Manajemen tak hanya mengandalkan satu disiplin ilmu akuntansi saja
tetapi juga mengambil disiplin ilmu dari manajemen guna mengatasi dan mengatur
sumber daya serta waktu perusahaan. Selain daripada itu Akuntansi Manajemen
juga mempergunakan disiplin ilmu psikologi sosial saat melakukan estimasi serta
peramalan dalam penjualan produk, pengendalian SDM. Akuntansi Manajemen juga
seringkali mengumpulkan informasi yang dirasa relevan dengan pengambilan sebuah
keputusan yang bersifat taksiran karena menyangkut mengenai masa yang akan
datang.
JURNAL:
SUMBER: