MAKALAH
PROFESI SEBAGAI TUKANG KORAN
1. Latar Belakang
Tukang
koran adalah sebuah profesi non formil yang bukan merupakan sebuah jabatan.
Mengapa dibilang bukan jabatan, karena sebuah jabatan mempunyai tingkatan atau
kasta, dimana orang yang mempunyai tingkatan atau jabatan tertinggi ia akan
dihormati dan disegani.
Pada
dasarnya di lapangan pedagang ada yang aktif dan ada yang pasif. Pedagang
Koran Aktif yaitu pedagang yang menjual korannya dengan berkeliling
mencari pembeli. Sedangkan Pedagang Koran Pasif adalah pedagang yang
menjual korannya di sebuah tempat dan kemudian mereka hanya menunggu pembeli
datang.
2. Tujuan Makalah
Dalam penulisan makalah ini, penulis
berniat untuk menambah wawasan dan pengetahuan serta memberi semangat hidup
tentang profesi sebagai tukang koran. Dan juga sebagai memenuhi tugas
softskill.
3. Analisis
Dalam hal ini saya
mengambil obyek Tukang Koran adalah sebuah profesi non formal yang bukan
merupakan sebuah jabatan. Mengapa dibilang bukan jabatan, karena sebuah jabatan
mempunyai tingkatan/kasta-kasta, dimana orang yang mempunyai tingkatan atau
jabatan tertinggi ia akan dihormati dan disegani.
Pada dasarnya di lapangan pedagang ada yang aktif dan ada yang pasif. Pedagang Koran aktif yaitu pedagang yang menjual korannya dengan berkeliling mencari pembeli. Sedangkan Pedagang Koran Pasif adalah pedagang yang menjual korannya di sebuah tempat dan kemudian mereka hanya menunggu pembeli datang.
Pada dasarnya di lapangan pedagang ada yang aktif dan ada yang pasif. Pedagang Koran aktif yaitu pedagang yang menjual korannya dengan berkeliling mencari pembeli. Sedangkan Pedagang Koran Pasif adalah pedagang yang menjual korannya di sebuah tempat dan kemudian mereka hanya menunggu pembeli datang.
Etika tukang koran secara umum:
- Tanggung Jawab
Tanggung jawab yang diemban tukang koran banyak sekali seperti contoh: jika ada pemesanan koran, segera dilaksanakan pengiriman.
- Tidak Menipu
Biasanya tukang koran melakukan selling (penjualan) dengan membacakan beberapa berita-berita terkini yang mereka rangkum sedemikian rupa agar pembeli tertarik untuk membeli korannya. Dalam hal ini berita-berita yang ada, yang akan dijadikan bahan selling tersebut janganlah diada-adakan yang tidak ada, dan tidak boleh terlalu berlebih-lebihan dalam penyampaiannya.
- Menepati janji
Menepati janji termasuk tanggung jawab, hanya berbeda dalam segi waktu. Seperti contoh jika ada pelanggan yang memesan koran, dan minta diantarkan koran tersebut sebelum jam 7 pagi, maka tukang koran tersebut harus mengantarkan koran tersebut sebelum jam 7 pagi. Akibatnya jika kita tidak tepat waktu, pelanggan akan pindah berlangganan korannya. Karena seperti contoh pelanggan minta diantarkan koran jam 7 pagi karena ia berangkat kerja jam 7 lewat, sehingga apabila koran tersebut sampai maka apa yang terjadi, koran tersebut yang seharusnya bisa langsung dibawa ke kantornya kemudian dibaca, akan tetapi malah tidak efektif lagi kegunaannya.
- Murah hati
Murah hati dalam arti jika ada keuntungan lebih, pelanggan yang kurang mampu dikhlaskan sesuai kemampuannya. Dan dengan murah hati seperti memberi senyum, menyapa pelanggan, maka hati merekapun akan berpihak.
- Tanggung Jawab
Tanggung jawab yang diemban tukang koran banyak sekali seperti contoh: jika ada pemesanan koran, segera dilaksanakan pengiriman.
- Tidak Menipu
Biasanya tukang koran melakukan selling (penjualan) dengan membacakan beberapa berita-berita terkini yang mereka rangkum sedemikian rupa agar pembeli tertarik untuk membeli korannya. Dalam hal ini berita-berita yang ada, yang akan dijadikan bahan selling tersebut janganlah diada-adakan yang tidak ada, dan tidak boleh terlalu berlebih-lebihan dalam penyampaiannya.
- Menepati janji
Menepati janji termasuk tanggung jawab, hanya berbeda dalam segi waktu. Seperti contoh jika ada pelanggan yang memesan koran, dan minta diantarkan koran tersebut sebelum jam 7 pagi, maka tukang koran tersebut harus mengantarkan koran tersebut sebelum jam 7 pagi. Akibatnya jika kita tidak tepat waktu, pelanggan akan pindah berlangganan korannya. Karena seperti contoh pelanggan minta diantarkan koran jam 7 pagi karena ia berangkat kerja jam 7 lewat, sehingga apabila koran tersebut sampai maka apa yang terjadi, koran tersebut yang seharusnya bisa langsung dibawa ke kantornya kemudian dibaca, akan tetapi malah tidak efektif lagi kegunaannya.
- Murah hati
Murah hati dalam arti jika ada keuntungan lebih, pelanggan yang kurang mampu dikhlaskan sesuai kemampuannya. Dan dengan murah hati seperti memberi senyum, menyapa pelanggan, maka hati merekapun akan berpihak.
Tujuan dari menjaga etika profesi sebagai Tukang
Koran diantaranya:
1. Menjunjung tinggi martabat sebagai Tukang Koran.
2. Meningkatkan pengabdian kepada pelanggan.
3. Untuk meningkatkan mutu pelayanan kepada pelanggannya.
4. Menjadi profesi yang kuat dan tangguh, sehingga tidak dipandang sebelah mata atau diremehkan.
5. Menentukan baku standarnya sendiri, baik dari segi pelayanan, perilaku maupun manajemen.
1. Menjunjung tinggi martabat sebagai Tukang Koran.
2. Meningkatkan pengabdian kepada pelanggan.
3. Untuk meningkatkan mutu pelayanan kepada pelanggannya.
4. Menjadi profesi yang kuat dan tangguh, sehingga tidak dipandang sebelah mata atau diremehkan.
5. Menentukan baku standarnya sendiri, baik dari segi pelayanan, perilaku maupun manajemen.
4. Kesimpulan
Menurut saya sebuah pekerjaan yang non formal (informal) seperti seorang
tukang koran, sebagian besar berusaha untuk menerapkan etika-etika yang ada
tersebut. Sebaliknya pelaksanaan dari penerapan etika-etika sebuah pekerjaan
yang formal biasanya banyak terjadi kasus-kasus pelanggaran terhadap kode etik
yang telah ditetapkan. Hal tersebut dikarenakan seseorang yang memiliki profesi
informal lebih memiliki kesadaran yang lebih tinggi untuk tidak melakukan
pelanggaran-pelanggaran etika yang sudah ada. Oleh sebab itu, seorang tukang
koran lebih memilih untuk berusaha mengikuti etika yang sudah ada karena tidak
ingin kehilangan jumlah pelanggannya yang akan mengakibatkan pengurangan jumlah
pendapatan karena pendapatan seorang tukang koran yang bersifat non formal
(informal) tidak memiliki pendapatan tetap seperti pekerjaan yang bersifat
formal.
SUMBER:
Tidak ada komentar:
Posting Komentar