SERTIFIKASI KEAHLIAN
DI BIDANG IT
Latar Belakang Sertifikasi
Sertifikasi diartikan sebagai
sesuatu yang independen, obyektif, dan tugas yang regular bagi kepentingan
profesional dalam satu atau lebih area di teknologi informasi. Sertifikasi TI menunjukkan
para Professional Teknologi Informasi memiliki pengetahuan dan kompetensi yang
dapat dibuktikan. Sertifikasi TI memberikan keunggulan bersaing bagi
perusahaan, khususnya dalam pasar global karena kemampuan dan pengetahuan
Profesional Teknologi Informasi dan Telekomunikasi telah diuji dan
didokumentasikan.
Meningkatnya implementasi TI mulai
dari operasional bisnis biasa sampai ke jaringan perusahaan yang lebih kompleks
menyebabkan kebutuhan tenaga TI tidak hanya dirasakan oleh perusahaan yang bergerak
di bidang TI, tetapi juga nonTI. Seiring dengan kebutuhan tenaga kerja TI yang
diperkirakan akan terus meningkat, berbagai posisi atau jabatan baru di bidang
TI juga bermunculan. Jika Anda berada berada di antara ratusan pelamar yang
berharap mengisi beberapa lowongan di bidang TI, yang bisa membuat Anda berbeda dengan
pelamar-pelamar lain.
Keuntungan Sertifikasi
Ada banyak keuntungan yang dapat menjadi tambahan alasan
untuk mempertimbangkan mengambil sertifikasi TI. Salah satu yang utama tentu
saja membuka lebih banyak kesempatan pekerjaan. Sertifikat TI dapat
meningkatkan kredibilitas seorang profesional TI di mata pemberi kerja. Bagi
mereka yang sudah bekerja di bidang TI, sertifikasi memberi cara yang standar
dan terukur untuk mengukur kemampuan teknis. Dengan memiliki sebuah sertifikat
TI yang diakui secara global, seorang profesional TI akan memiliki rasa
kepercayaan diri yang lebih tinggi terkait dengan keterampilan yang
dimilikinya. Ini karena melalui proses sertifikasi keterampilan yang dimiliki
sudah mengalami validasi oleh pihak ketiga, dalam hal ini lembaga pemberi
sertifikasi.
Selain itu pengalaman mengikuti sertifikasi akan memberikan
wawasan-wawasan baru yang mungkin tidak pernah ditemui pada saat mengikuti
pendidikan formal atau dalam pekerjaan sehari-hari. Selain mampu memberikan
jalan yang lebih mudah untuk menemukan pekerjaan di bidang TI, sertifikasi juga
sapat membantu Anda meningkatkan posisi dan reputasi bagi yang sudah bekerja.
Bahkan sertifikasi yang sudah diakui secara global ini mampu meningkatkan
kompetensi Anda dengan tenaga-tenaga TI dari manca negara. Karena itu jangan
heran jika sertifikasi yang telah Anda kantongi bisa lebih dihargai
dibandingkan ijazah formal Anda.
Tujuan Sertifikasi
Sertifikasi
ini memiliki tujuan untuk :
- Membentuk tenaga praktisi TI yang
berkualitas tinggi,
- Membentuk standar kerja TI yang
tinggi,
- Pengembangan profesional yang
berkesinambungan.
Sedangkan
bagi tenaga TI profesional tersebut :
- Sertfikasi ini merupakan pengakuan
akan pengetahuan yang kaya (bermanfaat bagi promosi, gaji)
- Perencanaan karir
- Profesional development
- Meningkatkan international
marketability. Ini sangat penting dalam kasus, ketika tenaga TI tersebut
harus bekerja pada perusahaan multinasional. Perusahaan akan mengakui
keahliannya apabila telah dapat menunjukkan sertifikat tersebut.
Bagi
masyarakat luas sertifikasi ini memberikan kontribusi positif
- Memiliki staf yang up to date dan
berkualitas tinggi.
- Memperoleh citra perusahaan yang
baik, keuntungan yang kompetitif, merupakan alat ukur yang obyektif
terhadap kemampuan staf, kontraktor dan konsultan.
- Secara langsung dan tidak langsung
akan meningkatkan produktifitas secara mikro maupun makro.
- Menaikkan pengakuan industri dan
secara intenasional.
- Bagi siswa memberikan alur profesi
yang jelas. Siswa yang ingin segera mempelajari ICT dan profesi akan tahu
darimana memulainya
- Memberikan suatu mekanisme pusat
pelatihan. Suatu program sertifikasi memberikan alur pelatihan yang jelas.
- Membantu proses pencarian tenaga
IT profesional. Suatu kandidat yang dievaluasi untuk suatu jabatan, dengan
memiliki suatu serti_kat berarti telah memiliki skill dan pengetahuan
tingakat tertentu. Hal itu juga menunjukkan persistensi kandidat dan
kemampuan menyelesikan suatu proyek (dalam hal ini sertifikasi). Kedua hal
ini membantu masyarakat mencari tenaga TI
- Mendorong pegawai melakukan proses
belajar lebih lanjut
Sertifikasi Nasional
Terdapat dua jenis Sertifikat yang
diterbitkan oleh LSP Telematika, yaitu Certificate of Competence dan
Certificate of Attainment.
A. Certificate of Competence
Sertifikasi ini berdasarkan level
kualifikasi dan jenjang jabatan sesuai dengan yang ditetapkan oleh Kerangka
Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI). Certificate of Competence (Sertifikat Kompetensi)
merupakan bukti pengakuan atas kompetensi seseorang setelah melakukan uji kompetensi
dari suatu bidang keahlian kerja.
B. Certificate of Attainment
Sertifkasi ini atas unit kompetensi
yang jenjang jabatannya berdasarkan kebutuhan pasar. Kedua jenis sertifikat
tersebut diatas disusun berdasarkan SKKNI.
Sertifikasi Internasional
A. Sertifikasi untuk Bahasa Pemrograman
Program
Java → sertifikasi dari Sun : Sun Certified Programmer, Sun Certified
Developer, dan Sun Certified Architect.
Program
Java Mobile → sertifikasi dari Sun : Sun Certified Web Component Developer
(SCWCD), Sun Certified Business Component Developer (SCBCD), Sun Certified
Developer for Java Web Services (SCDJWS), dan Sun Certified Mobile Application
Developer untuk platform J2ME (SCMAD).
Program
Microsoft.NET → sertifikasi dari Microsoft : Microsoft Certification
Application Developer (MCAD) dan Microsoft Certified Solution Developer (MCSD).
B. Sertifikasi untuk Database
Database Microsoft SQL Server →
sertifikasi dari Microsoft : Microsoft Certified DBA
Database Oracle → sertifikasi dari
Oracle :
1.
Oracle
Certified DBA, terdapat tiga jenjang, yaitu Oracle Certified DBA
Associate, Oracle Certified DBA
Professional, dan Oracle Certified DBA Master
2.
Oracle
Certified Developer, terdapat tiga jenjang, yaitu Oracle9i PL/SQl
Developer Certified Associate,
Oracle9iForms Developer Certified Professional,
dan Oracle9iAS Web Administrator
3.
Oracle9i
Application Server
C. Sertifikasi untuk Office
Microsoft Office → sertifikasi dari
Microsoft : Sertifikasi Microsoft Office Specialist
(Office
Specialist), tersedia dalam tiga jalur: Office 2003 Editions, Office XP, dan
Office
2000.
D. Sertifikasi di Bidang Jaringan
Sertifikasi
dari Cisco : Cisco Certified Network Associate (CCNA), Cisco Certified Network
Professional (CCNP), Cisco Certified Internetworking Expert(CCIE), Cisco
Certified Designing Associate (CCDA), Cisco Certified Designing Professional
(CCDP), Cisco Security Specialist 1 (CSS1), dan lain sebagainya. Sertifikasi
dari CompTIA : CompTIA Network+, CompTIA Security+, CompTIA A+ dan CompTIA
Server+.
E. Sertifikasi di Bidang Computer Graphics
dan Multimedia
Sertifikasi
dari Adobe : ACE (Adobe Certified Expert), terdapat dua jalur sertifikasi, yaitu
sertifikasi untuk satu produk (sertifikasi ACE Adobe InDesign CS) dan spesialis
(sertifikasi ACE Print Specialist, Web Specialist, dan Video Specialist).
Sertifikasi dari Macromedia : Certified Macromedia Flash MX Developer,
Certified Macromedia Flash MX Designer, Certified ColdFusion MX Developer, dan
Certified Dreamweaver MX Developer.
Aplikasi
Maya → sertifikasi dari Alias.
F. Sertifikasi di Bidang Internet
Certified
Internet Web Master (CIW) : CIW Associates, CIW Profesional, CIW Master (terdapat
empat pilihan jalur spesialisasi, yaitu Master CIW Designer, Master CIW Administrator,
Master CIW Web Site Manager, dan Master CIW Enterprise Developer), CIW Security
Analist dan CIW Web Developer.
World Organization of Webmasters
(WOW) : WOW Certified Apprentice Webmaster (CAW), WOW Certified Web Designer
Apprentice (CWDSA), WOW Certified Web Developer Apprentice (CWDVA), WOW
Certified Web Administrator Apprentice (CWAA), dan WOW Certified Professional
Webmaster (CPW).
G. Sertifikasi untuk Lotus
Sertifikasi
dari Lotus : Certified Lotus Specialist (CLS), Certified Lotus Professional Application
Development (CLP AD), dan Certified Lotus Professional System Administration
(CLP SA).
H. Sertifikasi untuk Novell
Novell :
Novell Certified Linux Professional (Novell CLP), Novell Certified Linux Engineer
(Novell CLE), Suse Certified Linux Professional (Suse CLP), dan Master Certified
Novell Engineer (MCNE).
Lembaga – lembaga yang Melakukan
Sertifikasi di Bidang Teknologi Informasi
1.
Lembaga
Sertifikasi Profesi (LSP) Telematika
LSP Telematika dibentuk oleh
pemerintah dan setelah terbentuk harus dilaksanakan oleh komunitas Telematika
dan bersifat independen. Bertugas
menyelenggarakan standarisasi kompetensi kerja, menyiapkan materi uji serta
mengakreditasi unit-unit tempat kompetensi dan menerbitkan sertifikasi
kompetensi bidang telematika.
LSP Telematika merupakan lembaga
yang bersifat independen dan
professional dalam menyelenggarakan standarisasi, uji kompetensi dan
sertifikasi bagi para professional di bidang telematika. Dalam perkembangannya,
LSP Telematika menjadi rujukan professional bagi industry telematika di dalam
dan luar negeri. Sertifikat yang dikeluarkan LSP Telematika merupakan bukti
pengakuan atas kompetensi seseorang setelah melakukan uji kompetensi.
Materi uji kompetensi LSP Telematika
disusun berdasarkan standar kompetensi kerja Nasional Indonesia (SKKNI) yang
sudah disahkan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi. Penyusun SKKNI merupakan
ahli telematika yang berasal dari Departemen Komunikasi dan Informatika,
Departemen Pendidikan, Kementrian Ristek dan beberapa perusahaan TI di
Indonesia. Dalam penyelenggaraan uji kompetensi, LSP Telematika menggunakan
test engine dengan software yang integritasnya tidak diragukan lagi. LSP
Telematika merupakan pemegang lisensi Automated Testing Software (ATS) di
Indonesia. Ujian diselenggarakan dengan berbasis komputer yakni suatu tes yang
dipandu dan dikerjakan melalui media komputer termasuk penilaiannya.
2.
Lembaga
Sertifikasi Profesi Teknologi Informasi dan Telekomunikasi Indonesia (LSP-TIK) (LSP
TIK)
Didirikan
pada tanggal 1 mei 2007, dengan tujuan untuk memenuhi tersedianya pengakuan tenaga
yang kompeten di bidang teknologi informasi dan telekomunikasi.
Perkembangan
teknologi informasi yang cepat dan dengan adanya kebutuhan tenaga kerja
professional maka dibutuhkan pengakuan kompetensi para tenaga professional baik
nasional ataupun internasional. Pengakuan tersebut bisa diperoleh jika telah
dinyatakan kompeten dalam bidang informasi dan komunikasi oleh sebuah lembaga
yang mendapatkan lisensi dari BNSP (Badan Nasional Sertifikasi Profesi).
LSP TIK merupakan lembaga yang telah
memiliki lisensi dari BNSP (Keputusan Badana Nasional Sertifikasi Profesi nomor
19/BNSP/VII/2007) untuk melakukan proses pembuktian bahwa seorang tenaga yang professional benar-benar kompeten dalam
bidang kompetensinya. Sehingga tenaga professional tersebut mendapatkan
pengakuan kompetensi profesi yang dimilikinya baik secara Nasional ataupun
Internasional.
Pembuktian
kompetensi yang dilakukan oleh LSP TIK berdasarkan Standar Kompetensi Kerja
Nasional Indonesia (SKKNI) yang merupakan rumusan kemampuan profesi seseorang
yang mencakup seluruh aspek yang diperlukan untuk menentukan kompetensi
seseorang, misalnya pengetahuan, keterampilan, keahlian, dan sikap. Seseorang
yang sudah dinyatakan kompeten harus memberi laporan kepada LSP TIK minimal
satu tahun satu kali, sehingga kompetensi pada profesionalismenya tetap
tercatat dan diakui oleh LSP TIK maupun BNSP.
Untuk memenuhi tersedianya pengakuan
tenaga yang kompeten di bidang teknologi informasi dan telekomunikasi baik
secara Nasional dan Internasional maka LSP TIK juga beracun pada standar
Internasional dengan adanya dukungan standar kompetensi Internasional dari
Microsoft, Adobe, dan Oracle.
Prosedur dan Persyaratan untuk
Mengambil Ujian Sertifikasi untuk Setiap Jenis Profesi
1.
Harus
berdasarkan ujian dan cukup sulit dan memiliki beberapa tingkatan.
2.
Pusat
pelatihan harus disertifikasi sebelum dapat menawarkan suatu sertifikasi.
3.
Sertifikasi
tak boleh bergantung pada suatu perusahaan atau suatu institusi. Tetapi
sertifikasi vendor sebaiknya juga diakui sebagai suatu komponen untuk
memperoleh sertifikasi profesi.
4.
Sertifikasi
harus mendorong terbentuknya industry local.
5.
Sertifikasi
harus memperkecil jurang antara universitas (education) dan industry. Harus
dikembangkan pemetaan antara sertifikasi akademik dan sertifikasi profesi. Juga
mengurangi jurang antara aktifitas riset dan industry.
6.
Sertifikasi
harus mendorong orang untuk memahami pengetahuan dasar yang berhubungan dengan
keahlian terapan pada profesi tersebut. Hal ini akan membantu orang untuk
memperbaiki pengetahuan, sebab mereka tidak belajar dari “keahlian tertentu”
untuk suatu saat saja, tetapi mereka memiliki pengetahuan dasar untuk memahami
teknologi baru.
7.
Sertifikasi
tak boleh mengabaikan kemajemukan orang. Sebagai contoh bahasa, dan kebiasaan
local. Sehingga untuk kompetensi dalam bidanng komunikasi, kemampuan berbahasa
local perlu dipertimbangkan juga.
Sumber:
https://yanesscihuy.wordpress.com/2014/05/28/contoh-sertifikasi-nasional-dan-internasional-dari-sertifikasi-software-database-development/
http://irmarr.staff.gunadarma.ac.id/Downloads/files/11619/SERTIFIKASI_KEAHLIAN_DI_BIDANG_IT.doc
NPM NAMA KINERJA
- 16112534 RIZKA HUSNI (Mencari point tentang Lembag-lembaga yang melakukan sertifikasi di bidang teknologi informasi.)
- 16112537 RIZKA SETIOWATI (Mencari point tentang Prosedur dan persyaratan untuk mengambil ujian sertifikasi untuk setiap jenis profesi.)
- 17112268 SYIFA FAUZIYAH (Menggabungkan dan mengedit semua materi yang sudah ada.)
NPM NAMA KINERJA
- 16112534 RIZKA HUSNI (Mencari point tentang Lembag-lembaga yang melakukan sertifikasi di bidang teknologi informasi.)
- 16112537 RIZKA SETIOWATI (Mencari point tentang Prosedur dan persyaratan untuk mengambil ujian sertifikasi untuk setiap jenis profesi.)
- 17112268 SYIFA FAUZIYAH (Menggabungkan dan mengedit semua materi yang sudah ada.)
Nice info sis materinya bagus, saya jadi mengerti.
BalasHapusTrimakasih agan wati saya jadi tau tentang SERTIFIKASI KEAHLIAN DI BIDANG IT
BalasHapusNice info boskuh, thanks
BalasHapusTerimakasih infonya
BalasHapusNice infonya jadi lebih tau tentang sertifikasi keahlian di bidang T
BalasHapus